
Menjaga kebersihan Miss V merupakan hal penting bagi setiap wanita, tapi bukan berarti kamu melakukannya secara berlebihan. Ada beberapa kebiasan yang tidak perlu kamu lakukan tapi masih bisa dilakukan. Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat akan membersihkan kewanitaan kamu yang dikutip dari Prevention:
Steaming
Miss V bukan alas atau karpet yang perlu dibersihkan dengan cara steam. Menurut Raquel Dardik, MD, profesor klinik associate dari departemen obstetri dan ginekologi NYU Langone Medical Canter, steaming sama sekali tidak dianjurkan karena Anda akan membuat Miss V terbakar.
Pengobatan sendiri
"Anda sangat disarankan untuk mengobati sendiri infeksi vagina dengan ramuan rumahan seperti dengan bawang putih atau minyak tea tree," lanjut Dardik.
Resiko parah yang bisa terjadi akibat pengobatan sendiri adalah terjadi reaksi kimia. Dan reaksi kimia seperti terbakar dalam vagina. "Aku telah melihat kasus reaksi kimia akibat saran pengobatan dari internet. Dan reaksi kimia seperti terbakar dalam vagina Anda bukanlah hal yang saya harap terjadi pada siapa pun." ujarnya. Sementara resiko terkecilnya adalah tidak akan mengurangi sisi negatif apapun pada Miss V kamu.
Menggunakan UFO (Unsanitary Foreign Objects)
Tidak semua benda kamu biarkan masuk ke area Miss V. Tampon, jari, mainan seks, Mr. P, pelumas, alat kontrasepsi dan menstrual cups merupakan benda yang boleh ke dalam Miss V. Sementara benda atau hal lain yang tidak disebutkan diatas sebaiknya jangan pernah memasuki area pribadi kamu. Hal atau benda diatas tersebut pun mesti dalam keadaan steril dari kuman agar tidak terjadi infeksi.
Hal atau benda seperti mentimun atau yang menyerupai Mr. P sebaiknya kamu jauhkan meski telah dibersihkan. Karena teksturnya yang tidak disarakan akan menyebabkan iritasi.
Douching
"Produk-produk pembersih kewanitaan tersebut sangat keliaru bagi mikrobiome vagina, itu akan membuat Miss V Anda lebih mudah terkena infeksi," kata Constance Young, MD, asisten profesor Dardik.
Pada kenyataannya vagina mampu menjaga kondisi keseimbagan pH-nya sendiri berkat bakteri laktobasilus di dalamnya. Jika kamu membasuhnya dengan cairan pembersih (douching), kamu akan mengubah tingkat keasamannya menjadi netral, ini akan mempengaruhi vagina dan diri kamu sendiri.
Lantas kenapa banyak sekali produk pembersih? Menurut Young, itu semata-mata masalah marketing, bukan berdasarkan pada sains apa pun.