Lapisan tipis yang menutupi sebagian dari jaringan vagina terkadang identik dengan apakah wanita masih perawan atau tidak. Nyatanya, tidak dapat disimpulkan hal tersebut hanya dari bentuk selaput dara karena selaput dara wanita itu berbeda-beda.
Secara mitos, keluarnya darah dari vagina karena wanita baru pertama kali berhubungan intim yang menyebabkan selaput dara robek. Namun sebenarnya kondisi robeknya selaput dara bukan hanya karena wanita baru pertama kali berhubungan intim, bisa saja karena berbagai aktivitas seperti olah raga, cedera, pemeriksaan vagina, masturbasi, atau penetrasi seksual dan akibat lainnya yang mengancam robeknya selaput dara.
Menurut Fahimeh Sasan, M.D, seorang dokter obgyn di The Mount Sinai Hospital, ada 5 hal yang harus wanita ketahui tentang selaput daranya;
1. Selaput dara (hymen) tidak benar-benar menutupi bagian vagina wanita. Selaput dara yang dimiliki wanita tidak sama semua atau berbeda-beda (normal dan abnormal).
2. Selaput dara abnormal adalah dimana keadaan memiliki dua lubang pada jaringan vagina. Hal ini membutuhkan pembedahan atau operasi kecil untuk memisahkan selaput dara yang memang berlubang (normal) dan yang tidak. Biasanya pada wanita muda pada keadaan tersebut akan merasakan keram yang lebih ketika menstruasi.
3. Mitos bahwa selaput dara dijadikan ukuran bahwa wanita masih perawan atau tidak itu tidak dibenarkan oleh Sasan. Robeknya selaput dara bukan hanya karena berhubungan intim, bisa juga karena aktivitas fisik yang ekstrim seperti berkuda, olah raga berlebihan, bersepeda, atau menggunakan tampon saat menstruasi.
4. Saat melakukan aktivitas fisik yang ekstrim seperti senam atau berkuda, terkadang wanita tidak menyadari adanya hal tersebut, ini dikarenakan robeknya selaput dara karena aktivitas ekstrim yang dirasakan tidak serupa ketika robeknya selaput dara ketika berhubungan intim pertama kali. Mereka lebih sering menganggap bercak darah yang timbul akibat masa menstruasinya.
5. Beberapa masyarakat masih meyakini dan erat akan budaya menganggap selaput dara pada wanita perlu dilakukan uji keperawanan sebelum menikah. Dokter Sasan mengatakan bahwa di Amerika Serikat para dokter dapat menciptakan selaput dara baru untuk membuktikan keperawanan.




